curhat n pelampiasan isi hati

perjalanan ‘API DI BUKIT MENOREH’ 1

Ditulis dalam tenntangku oleh qolbiyati muthmainah pada Oktober 26, 2009

sekarang udah masuk buku ke 16 jilid 2.

Pajang dan mataram semakin tegang. pangeran benawa memutuskan menyerahkan kekuasaan yg seharusnya jadi hak dia kepada Sutawijaya, karena dia merasa Sutawijaya lah yang masih bisa dipercaya bisa membawa kpd perubahan yg lebih baik.

sayangnya di Pajang terlalu banyak orang yg punya kepentingan dan masing2x punya nafsu untuk meraih kekuasaan. perwira2x busuk, tumenggung2x yang berkhianat, senopati yang munafik, semuanya menjilat didepan sutan hadiwijaya. di muka tampak baik, padahal dalam hati berdoa supaya sultan segera wafat. fiuhhhh…. sama aja dengan kondisi sekarang.

bagaimana dgn agung sedayu??
tetap ragu-rau, dan tetap low profile. sekar mirah tidak menghargai usahanya membuka padepokan. pandangan hidup mereka masih jauh berbeda. hm… kapan mereka bisa bersatu???

Swandaru, masih menyebalkan. untung ada pandan wangi yang setia mendampingi.

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. lulukria said, on Oktober 27, 2009 at 2:50 am

    Wah menghayati banget kayakna….

  2. Zulfi Ifani said, on November 15, 2009 at 2:59 pm

    Waduh, aku ketinggalan, ternyata blogmu sudah hidup lagi ya..
    SELAMAT!


Tinggalkan Balasan