curhat n pelampiasan isi hati

untitled 1

Posted in ehm by qolbiyati muthmainah on Juni 8, 2008

puisi yang ditulis ayahku untuk istri tercintanya >> ibuku:

Arti…istriku yang tak pernah lepas dari jiwaku…

Entah berapa waktu lagi engkau didik anak-anak kita sendirian

Entah berapa waktu lagi engkau pikul beban berat sendirian

Jasad kita dipisah seribu pulau dan luasnya laut

Jiwa dan hati kita tetap menyatu dan berpadu

Dan Allah akan segera menyatukan kita secara sempurna dan utuh

ARTI,…

Kita berlayar menempuh samudra hayat

Perahu bergerak, riak luas anginpun kencang

Ditengah amukan ombak dan hempasan badai,

Kita berpacu melawan arus

Tempo-tempo perahu kita terdampar kesuatu pulau tak dikenal

Kadangkala perahu kita terhempas ketepi pantai sunyi tiada penghuni

Berhari-hari kita berjalan kaki, mendaki bukit yang tinggi

Menuruni lembah yang penuh duri

Jalan yang kita lalui bukanlah jalan rata lurus dan lempang

Tapi jalan yang banyak kelok dan likunya, penuh kerikil dan batu tajam

Penuh semak dan belukar, padat dengan sengsara dan derita

Dan yakinlah kita akan segera tiba di titik terang

Berkat ketabahan hatimu menempuh kabut tebal dan warna gelap

Akhirnya sejarahpun akan mencatat,

Allah pun ridlo akan keberhasilan kita

Karena ketenangan jiwamu dan keikhlasanmu

Dalam menghadapi cobaan hidup

Smoga ALLAH selalu memberikan bimbingan dan ketabahan

Pada ‘ARTI’ku yang memenuhkan hidupnya

Dalam jalan kebajikan dan kebaikan

Sorong, 18 mei 1990

Suamimu yang selalu menyatu dengan jiwamu

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. anggara said, on Juni 11, 2008 at 4:00 am

    hemmmmm……..
    mungkin suatu saat nanti bisa di jadiin rujukan nih..
    hehehe…..


Tinggalkan Balasan