untitled 1
puisi yang ditulis ayahku untuk istri tercintanya >> ibuku:
Arti…istriku yang tak pernah lepas dari jiwaku…
Entah berapa waktu lagi engkau didik anak-anak kita sendirian
Entah berapa waktu lagi engkau pikul beban berat sendirian
Jasad kita dipisah seribu pulau dan luasnya laut
Jiwa dan hati kita tetap menyatu dan berpadu
Dan Allah akan segera menyatukan kita secara sempurna dan utuh
ARTI,…
Kita berlayar menempuh samudra hayat
Perahu bergerak, riak luas anginpun kencang
Ditengah amukan ombak dan hempasan badai,
Kita berpacu melawan arus
Tempo-tempo perahu kita terdampar kesuatu pulau tak dikenal
Kadangkala perahu kita terhempas ketepi pantai sunyi tiada penghuni
Berhari-hari kita berjalan kaki, mendaki bukit yang tinggi
Menuruni lembah yang penuh duri
Jalan yang kita lalui bukanlah jalan rata lurus dan lempang
Tapi jalan yang banyak kelok dan likunya, penuh kerikil dan batu tajam
Penuh semak dan belukar, padat dengan sengsara dan derita
Dan yakinlah kita akan segera tiba di titik terang
Berkat ketabahan hatimu menempuh kabut tebal dan warna gelap
Akhirnya sejarahpun akan mencatat,
Allah pun ridlo akan keberhasilan kita
Karena ketenangan jiwamu dan keikhlasanmu
Dalam menghadapi cobaan hidup
Smoga ALLAH selalu memberikan bimbingan dan ketabahan
Pada ‘ARTI’ku yang memenuhkan hidupnya
Dalam jalan kebajikan dan kebaikan
Sorong, 18 mei 1990
Suamimu yang selalu menyatu dengan jiwamu




hemmmmm……..
mungkin suatu saat nanti bisa di jadiin rujukan nih..
hehehe…..