Jangan tergesa-gesa masuk ke MUHAMMADIYAH!!!
Jangan tergesa-gesa masuk ke MUHAMMADIYAH!!!
Sebagai orang yang belum lama resmi bergabung dengan muhammadiyah, ada banyak hal tentang muhammadiyah yang belum saya ketahui. Sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan, saya cari tau dan terus mencari tau sampai sekarang. kebetulan kemaren saya mendapat sebuah file e-book dengan judul ‘mengenal dan menjadi Muhammadiyah’ karya ketua Muhammadiyah yang sangat legendaries, yaitu pak AR. Fachruddin. Menurut saya, tulisan beliau ini sangat menarik terutama untuk orang-orang yang ‘baru akan’ bergabung dengan muhammadiyah seperti saya. Selain sebagai bahan pertimbangan, juga sebagai petunjuk dan gambaran tentang dunia ‘muhammadiyah’ yang akan dimasuki nanti. Senang-susahnya bermuhammadiyah, dan apa yang harus dilakukan untuk muhammadiyah. Mudah-mudahan bermanfaat.
Berikut cuplikan tulisan beliau di bagian awal……
Walaupun umur Saudara sudah delapan belas tahun,
walaupun Saudara telah nyata-nyata sebagai seorang putra Indonesia
yang Muslim dan Mukmin, namun kalau Saudara belum
mengetahui benar-benar apa yang menjadi dasar dan tujuan
Muhammadiyah, saya nasehatkan lebih baik Saudara jangan
tergesa-gesa memajukan surat permintaan menjadi anggota
Muhammadiyah.
Jangan! Jangan!
Agar saudara tiada menyesal.
Mengapa demikian?
Menjadi anggota Muhammadiyah hanyalah berarti
menyediakan diri untuk dapat dan sanggup memikul berbagaibagai
tugas dan kewajiban karena Allah.
Tugas dan kewajiban itu hanyalah dari dorongan dari rasa
kesadaran sebagai seorang Muslim yang benar-benar ingin
mengabdi dan berbakti kepada Allah semata-mata untuk
kemuliaan dan keluhuran Agama Islam (Agama Allah) di bumi
Indonesia, Negara yang sama-sama kita cintai ini.
Muhammadiyah tidak memaksa!
Muhammadiyah tidak akan memaksa.
Karena Muhammadiyah menyadari bahwa mereka yang
memasuki Muhammadiyah secara terpaksa, tidaklah akan ada
artinya. Anggota yang demikian tidak akan berguna bagi dirinya
dan tidak akan berguna pula bagi Muhammadiyah.
Anggota Muhammadiyah yang masuknya secara terpaksa,
anggota itu tak akan beramal untuk Muhammadiyah: mereka
akan banyak melanggar norma-norma Islam. Mereka akan
mendapatkan sorotan yang tidak baik dari masyarakat, dari
kalangan Muhammadiyah dan juga tentu Allah subhanahu
wata’ala.
Karena itu sekali lagi jangan Saudara tergesa-gesa
memasuki Muhammadiyah. Dan jangan sekali-kali Saudara
memasuki Muhammadiyah secara terpaksa!!
Pelajarilah dahulu Muhammadiyah.
Pelajarilah Asas dan Tujuannya.
Pelajarilah Khittahnya.
Pelajarilah Anggaran Dasarnya
Pelajarilah Anggaran Rumah Tangganya
Pelajarilah Kepribadiannya
Dan jangan Saudara terpaksa.
Muhammadiyah tidak membujuk!
Subhanallah! Allahu Akbar!
Muhammadiyah bukan werek, Muhammadiyah bukan
tengkulak, Muhammadiyah bukan makelar, Muhammadiyah
bukan verkoper, Muhammadiyah bukan tukang calo!
Muhammadiyah mengetahui dengan sungguh-sungguh
bahwa menjadi warga Muhammadiyah bukan ringan. Dia akan
memikul beberapa beban, memikul beberapa kewajiban,
memikul beberapa tugas. Kewajiban dan tugas karena Allah.
Kalau yang kuat, mereka akan beramal dalam
Muhammadiyah dengan kekuatannya.
Kalau yang kaya, akan beramal dengan kekayaannya.
Kalau yang alim, berilmu, Kyai, Alim Ulama, Sarjana
akan beramal dengan ilmunya.
Kalau yang berpangkat dan berkuasa, mereka akan
beramal untuk Islam dalam Muhammadiyah dengan pangkat
dan kekuasaannya.
Apakah anggota-anggota Muhammadiyah yang demikian
itu dapat dicari dengan bujukan? Dengan janji-janji? Dengan
rayu-rayu dan cumbu-cumbu?
Tidak Saudara! Itu hanyalah terdapat bagi mereka yang
memasuki Muhammadiyah dengan pengertian dan kesadaran.
Lalu bagaimana?
Kalau Saudara ingin juga memasuki Muhammadiyah,
padahal Saudara hanya tertarik oleh Rumah Sakitnya, tertarik
Panti Asuhan Yatimnya, tertarik dengan Sekolah-sekolahnya,
tertarik gerakan Fitrahnya, tertarik gerakan Qurbannya, tertarik
gerakan Pemudanya, tertarik gerakan Mahasiswanya, tertarik
gerakan Pelajarnya, tertarik ‘Aisyiyahnya, tertarik Nasyiatul
Aisyiyahnya, tertarik Pecak Silatnya, tertarik gerakan Ulamaulama’nya,
tertarik Seniman-Budayawannya, tertarik
Drumbandnya, dan lain-lain usaha Muhammadiyah, kalau baru
tertarik dengan yang demikian, saya nasehatkan lebih baik:
Jangan tergesa-gesa masuk!
Lalu bagaimana?
Lebih baik ikutilah dahulu pengajian-pengajian
Muhammadiyah. Ikutilah lebih dahulu uraian-uraian dari
Muballigh/Muballighat Muhammadiyah, ikutilah lebih dahulu
ceramah-ceramah Muhammadiyah, atau coba bicara-bicaralah
lebih dahulu dengan Pemimpin-pemimpin Muhammadiyah.
Dimana ada kesempatan, bertanyalah, berdekatlah,
berdiskusilah, bertukar pikiranlah! Jangan terus tunduk, jangan
terus menyerah. Debatlah, debatlah, dan …..
Jangan tergesa-gesa masuk!
Kalau Saudara telah memahami benar-benar tentang apa,
siapa dan bagaimana Muhammadiyah, tentang asas, tujuan,
khittah, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga,
Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dan
Kepribadiannya, saya kira Saudara tentu sudah tidak ragu-ragu
lagi memasuki Muhammadiyah.
Kalau Saudara sudah tidak menyesal memasuki
Muhammadiyah, tentu Saudara akan bergembira dan puas
memasuki Muhammadiyah. Dan dengan demikian tentu Saudara
akan berasa senang, berjuang dalam Muhammadiyah dengan
uang, ilmu dan tenaga Saudara. Karena Saudara menyadari,
walaupun lahirnya untuk Muhammadiyah, tetapi pada
hakekatnya itu adalah untuk Allah semata-mata, muhlisina
lahuddin. Bukan untuk lain-lainnya.
Kalau sudah demikian, dengan tidak usah didesak-desak,
tak usah dikejar-kejar, Saudara tentu berkeinginan dan
berkemauan untuk menyebarkan, meratakan, meluaskan
Muhammadiyah dimana saja Saudara berada.
Seperti tersebut di muka, kesemuanya itu kerjakanlah
bukan untuk mencari gaji melainkan jadikanlah semuanya itu
sebagai ibadah Saudara kepada Allah, untuk mencari keridhaan
Allah dengan melalui Persyarikatan Muhammadiyah sebagai
gerakan Islam, gerakan dakwah amar makruf nahi munkar. (sekian)
NB: Untuk download bukunya, silahkan KLIK disini




sepakat, aku juga dah pernah baca bukunya itu, cuma aku dari bukunya yang asli. banyak orang yang mau jadi anggota muhammadiyah karena ingin menjadi karyawan di amal usaha muhammadiyah. mereka hanya mencari hidup di muhammadiyah. padahal Pak KH A. Dahlan pernah berwasiat yang intinya, hidup-hidupkanlah muhammadiyah dan jangan mencari hidup dari muhammadiyah. kalau kita menghayati kata-kata itu, beliau berharap agar anggota muhammadiyah membangun masyarakat, negara dan ummat Islam melalui sarana persyarikatan Muhammadiyah, hal ini berarti anggotanya harus berkorban harta,waktu, dan jiwa untuk mewujudkan hal tersebut. bukan malah mencari harta di muhammadiyah. pak Dahlan saja pernah menjual seluruh hartanya kecuali beberapa baju dan peralatan rumah tangga yang pokok. beliau lakukan itu untuk mendukung dakwahnya dan menjadikan rumahnya sebagai madrasah. pak AR Fachrudin ketika meninggal, dia tidak meninggalkan harta. di kasih mobil sama Pak Presiden suharto malah di berikan untuk Muhammadiyah, rumahnya sekarang jadi gedung PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro.
tapi yang jadi masalah, amal usaha Muhammadiyah itu dah terlalu banyak, tetapi anggota Muhammadiyah yang kompeten mengurus amal itu masih sangat sedikit. akhirnya yang mengurusi amal usaha itu banyak dari orang-orang yang hanya mencari hidup dari Muhammadiyah atau orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan amal usaha muhammadiyah untuk tujuan kepentingan pribadinya atau kelompoknya.
solusinya?????
yuks kita pikirkan bersama-sama.
assl. wr. wb
lebih baik masuk muhammadiyah dari pada partai gak jelas berbaju dakwah.
maksudmu apa son? :p
aja sentimen bos…
Lebih baik masuk Islam daripada ga sama sekali… perkara dia ikut gerakan apa asal ga sesat Insya Allah diberi kemudahan masuk surga
bener tuh kata pak AR., sptnya qt harus merenungkan kembali pesan dari beliau n’ meluruskan kembali niat qt. jangan sampai qt terjun d muhammadiyah tapi malah mengesampingkan tujuan qt sebenarnya.
semua kembali ke diri kita masing-masing. Tetep semnagat Ocre….!
Mungkin semua orang akan sepakat dengan apa yang telah ditulis oleh Pak AR. Fachruddin. Manusia bertindak karena mempunyai sebab, ada hal yang mendorong untuk berbuat, dapat karena dorongan materi,kesadaran karena bener-bener ingin berdakwah atau bisa juga karena kekuasaan.Jika seseorang masuk Muhammadiyah hanya karena materi atau kekuasaan mending jangan dulu dach……….!