<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: membantu=menganggap lemah???</title>
	<atom:link href="http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/</link>
	<description>FACEBOOK alternatif</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 16:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: supri x</title>
		<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/#comment-156</link>
		<dc:creator>supri x</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:59:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qolbimuth.wordpress.com/?p=168#comment-156</guid>
		<description>Dalam contoh kasus yang dipaparkan tidak selamanya bantuan itu mulai dari laki-laki. Sebagai contoh katika antri mau mengambil PC yang mana kebanyakan laki-laki. Dari sisi laki-laki kalau perempuan tidak minta tolong dirasa perempuan itu mampu melakukan sendiri dan kadang kalau laki-laki menawarkan bantuan kadang dianggap sok pahlawan, sok pengertian, sok alim atua apa.
Untuk itu kalau dirasa keamanan atau kenyamaman (perempuan) terganggu jangan segan minta bantuan kepada laki-laki bila yang dapat membantu hanya laki-laki.
Kalau  menunggu rasa pengertian laki-laki ya. siap-siap aja gigit jari karena umumnya laki-laki itu memiliki akal 9 tapi perasaan cuma 1 atau secara ektrim laki-laki itu tak berperasaan, seklaikan dari perempuan akal 1 perasaan 13.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam contoh kasus yang dipaparkan tidak selamanya bantuan itu mulai dari laki-laki. Sebagai contoh katika antri mau mengambil PC yang mana kebanyakan laki-laki. Dari sisi laki-laki kalau perempuan tidak minta tolong dirasa perempuan itu mampu melakukan sendiri dan kadang kalau laki-laki menawarkan bantuan kadang dianggap sok pahlawan, sok pengertian, sok alim atua apa.<br />
Untuk itu kalau dirasa keamanan atau kenyamaman (perempuan) terganggu jangan segan minta bantuan kepada laki-laki bila yang dapat membantu hanya laki-laki.<br />
Kalau  menunggu rasa pengertian laki-laki ya. siap-siap aja gigit jari karena umumnya laki-laki itu memiliki akal 9 tapi perasaan cuma 1 atau secara ektrim laki-laki itu tak berperasaan, seklaikan dari perempuan akal 1 perasaan 13.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Surya</title>
		<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/#comment-154</link>
		<dc:creator>Muhammad Surya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 19:22:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qolbimuth.wordpress.com/?p=168#comment-154</guid>
		<description>ya kalau mau menolong, menolong saja. menolong itu harus ikhlas. bukan karena yang mau ditolong  itu wanita atau pria. kalau orang itu memang membutuhkan pertolongan, apa salahnya kalau kita bantu, betul tidak?
pertimbangan orang yang mau ditolong itu karena dia wanita, jadi sebuah pertimbangan yang ga material (kayak dah jadi auditor aja ada pertimbangan yang material dan ga material, ga nyambung, he..he..)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya kalau mau menolong, menolong saja. menolong itu harus ikhlas. bukan karena yang mau ditolong  itu wanita atau pria. kalau orang itu memang membutuhkan pertolongan, apa salahnya kalau kita bantu, betul tidak?<br />
pertimbangan orang yang mau ditolong itu karena dia wanita, jadi sebuah pertimbangan yang ga material (kayak dah jadi auditor aja ada pertimbangan yang material dan ga material, ga nyambung, he..he..)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muziqcantiq</title>
		<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/#comment-152</link>
		<dc:creator>muziqcantiq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:54:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qolbimuth.wordpress.com/?p=168#comment-152</guid>
		<description>bukankah menolong itu ibadah ???????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukankah menolong itu ibadah ???????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ery</title>
		<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/#comment-142</link>
		<dc:creator>ery</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 13:45:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qolbimuth.wordpress.com/?p=168#comment-142</guid>
		<description>Ketika seseorang, katakanlah seorang bintara, sedang duduk kemudian datang seseorang lain dengan pangkat yang lebih tinggi. Jika sang bintara memberi tempat yang semula didudukinya, apakah berarti bintara itu menganggap atasannya itu lebih lemah? Pastinya tidak.

Orang yang hidup berkelompok pasti terikat dengan sistem nilai.  Sistem nilai itu yang menjadi acuan sesuatu itu baik atau buruk.  Sesuatu yang dianggap baik akan selalu dikejar, dan yang dianggap buruk akan ditinggalkan.  Yang menyimpang dari nilai-nilai yang dianut bersama biasanya akan dikucilkan.  Memang, ada nilai-nilai tradisional yang sudah seharusnya dihilangkan.  Anak lelaki lebih mulia dari perempuan, misalnya, merupakan nilai yang tidak layak dipertahankan.

Kaum muslimin/muslimat seharusnya hidup dengan sistem nilai yang mengacu kepada Al Quran.  Bahwa seseorang belum mampu menerapkannya secara utuh (seperti ihwan yang cuek saja :)) ) itu soal lain.  Tapi, akan sangat aneh kalau seseorang mengaku Islam, tetapi dengan sadar dan bersemangat menolak sistem nilai yang mengacu kepada Al Quran, dan malahan memilih sistem nilai yang bertentangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika seseorang, katakanlah seorang bintara, sedang duduk kemudian datang seseorang lain dengan pangkat yang lebih tinggi. Jika sang bintara memberi tempat yang semula didudukinya, apakah berarti bintara itu menganggap atasannya itu lebih lemah? Pastinya tidak.</p>
<p>Orang yang hidup berkelompok pasti terikat dengan sistem nilai.  Sistem nilai itu yang menjadi acuan sesuatu itu baik atau buruk.  Sesuatu yang dianggap baik akan selalu dikejar, dan yang dianggap buruk akan ditinggalkan.  Yang menyimpang dari nilai-nilai yang dianut bersama biasanya akan dikucilkan.  Memang, ada nilai-nilai tradisional yang sudah seharusnya dihilangkan.  Anak lelaki lebih mulia dari perempuan, misalnya, merupakan nilai yang tidak layak dipertahankan.</p>
<p>Kaum muslimin/muslimat seharusnya hidup dengan sistem nilai yang mengacu kepada Al Quran.  Bahwa seseorang belum mampu menerapkannya secara utuh (seperti ihwan yang cuek saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) ) itu soal lain.  Tapi, akan sangat aneh kalau seseorang mengaku Islam, tetapi dengan sadar dan bersemangat menolak sistem nilai yang mengacu kepada Al Quran, dan malahan memilih sistem nilai yang bertentangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zulfi</title>
		<link>http://qolbimuth.wordpress.com/2008/05/03/membantumenganggap-lemah/#comment-137</link>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 01:07:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qolbimuth.wordpress.com/?p=168#comment-137</guid>
		<description>Kadang pertolongan tdk bisa diartikan sebagai pertolongan, malah dianggap hal yang negatif...

Pola pikir yg entah kenapa ada saja terjadi dlm masy...

Mungkin bener juga kata nabi Muhammad, bahwa Agama adl &lt;i&gt;Khusnul Huluq&lt;/i&gt;. Kita blm bisa mencapai pemahaman yg baik thd agama sebelm mampu mengaplikasikannya dlm perilaku kita.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang pertolongan tdk bisa diartikan sebagai pertolongan, malah dianggap hal yang negatif&#8230;</p>
<p>Pola pikir yg entah kenapa ada saja terjadi dlm masy&#8230;</p>
<p>Mungkin bener juga kata nabi Muhammad, bahwa Agama adl <i>Khusnul Huluq</i>. Kita blm bisa mencapai pemahaman yg baik thd agama sebelm mampu mengaplikasikannya dlm perilaku kita.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
