puisi arsitektur 2
Bertahun-tahun dalam kebekuan budaya
Kreativitas sama dengan subversi
Lahirlah anu ini itu village
Pinggir kali disebut riverside
Selebritisasi merambah dimana-mana
Budaya masyarakat konsumen semakin merajalela
Khasiat bukan pada gehalt tapi gestalt belaka
Ruang dan bentuk bukan lagi ungkap makna
Hanya asal baru semata
Kita kehilangan pegangan makna
Kita tak lagi punya selera
Arsitektur adalah fashion saja
Arsitektur adalah realitas virtual
Lagaknya adalah gaya yang berganti setiap musim
Selera konsumen tergantung iklan
Konsep tinggal kata angan-angan kosong
Keliaran melindas kreativitas
Kreativitas tak lain keliaran Dionysus
Tapi ada yang berkata
Kita sedang menuju budaya baru
Apa kabar indonesiaku?
Budaya feodal dialam demokrasi
Selewengan makna bahasa luhur
Kebudayaan adalah kebudayaaan lestari
Maka arsitekturpun mati
Dapatkah lahir Arsitektur Nusantara Baru?
Bermunculan identitas artifisual
Fragmen-fragmen comotan masa lalu
Manakah kenusantaraan itu?
Kita tak lagi punya nama
Perlu sintesa baru
Sudiarto aly. Lingkar pena puisi cyber-airner. 1999



