kenapa aku belajar bahasa arab?
Belajar bahasa arab menurutku tidak sama dengan belajar bahasa yang lain. Aku belajar bahasa Inggris, karena memang untuk lulus SMA harus bisa bahasa inggris, masuk UGM juga harus melalui test TOEFL, dan ketika kuliah, handout plus literaturku sebagian besar berbahasa inggris. Bisa dikatakan aku belajar bahasa Inggris karena terpaksa. Lain bahasa inggris, lain pula bahasa sunda. Berhubung teman dekatku dulu orang sunda, jadilah aku sedikit lancar bercakap-cakap dengan bahasa sunda, meski sekarang sudah lupa semua. Bahasa jepang, mungkin menarik juga untuk sekedar having fun. Dan masih banyak alas an kenapa aku mau belajar bahasa tertentu.
Khusus untuk bahasa arab, aku punya tujuan yang tidak sekedar terpaksa, atau having fun. Ada keinginan untuk mendalami, bahkan aku bercita-cita untuk menguasai. Azzamku sangat kuat, meskipun dalam prakteknya belum maksimal. Entah sejak kapan, aku mulai jatuh cinta dengan bahasa Arab. Yang jelas sewaktu masih di pesantren, aku malah belum tertarik. Cenderung agak terpaksa, malah.
Setelah kuselidiki, ternyata sebuah kuliah agama dari dosenku (Ir. Didik Kristiadi MLA, MAUD) lah yang telah membuatku jatuh cinta dengan bahasa arab. Ketika itu beliau menceritakan pengalaman spiritualnya dari penggemar music country dengan gaya cowboy menjadi seperti sekarang (salafy). Beliau mengatakan : “saya menyesal, kenapa dulu saya mengkursuskan anak saya bahasa Inggris, piano, tapi justru tidak saya kursuskan bahasa arab. Padahal bahasa arab adalah salah satu modal dasar untuk menghadapi masa depan yang hakiki….” Yang membuatku terharu, beliau mengucapkannya dengan wajah penuh penyesalan,dan mata yang berkaca-kaca. Beliau mengungkapkan perasaannya dengan sungguh-sungguh. Saat itulah aku terbayang wajah ayahku. Ribuan ungkapan terimakasih dan rasa syukur aku haturkan kepada Allah yang telah menakdirkanku melalui ayahku bersekolah dipesantren. Dimana, didalamnya aku mendapatkan pelajaran-pelajaran yang menjadi modal untuk perjalanan hidup yang lebih panjang. Saat itulah, perasaan menjadi anak yang terbuang (dibuang kepesantren) berubah 180 derajat. Ternyata alasan ayahku menyekolahkan dipesantren karena beliau memikirkan masa depanku. Yah…masa depan yang hakiki. Terimakasih ayah…
Saat itulah, kenapa aku sangat bersemangat me-review bahasa arab yang telah lama tidak aku sentuh. Sejak saat itu, Kajian-kajian kitab berbahasa arab, dimataku bagaikan “fun learning” yang membuatku ketagihan. Kajian-kajian tafsir semakin mengingatkan memoriku betapa indah bahasa Alquran yang tentu saja berbahasa arab. Pemilihan kata, susunan kalimat, sampai majas-majas yang dipakai benar-benar luar biasa. Semua itu lebih terasa keindahannya ketika kita benar-benar memahaminya. Dan untuk memahami, tentu saja harus bisa berbahasa arab.
Bahasa arab memang sangat istimewa. Banyak keunikan-keunikan disana. Untuk mempelajarinya, waktu 6 tahun dipesantren tidaklah cukup. Padahal, menurutku bhasa arab adalah mata pelajaran dengan sks terbesar, meskipun dipecah-pecah menjadi beberapa mata pelajaran. Ada nahwu, yang belajar tentang susunan kalimat, ada shorof untuk mengenal pembentukan kata, ada muthola’ah(belajar menela’ah dan menganalisis bacaan), ada insya’ (mengarang), ilmu rosm (mempelajari tulisan), ada balaghoh (belajar sastra bahasa –ini favoritku-), dan masih banyak mata pelajaran pendukung lainnya. Seperti muhadatsah(percakapan), mahfudzot (kata-kata mutiara), dan sebagainya.
Belajar bahasa Arab menurutku tidak sekedar untuk bisa bercakap-cakap atau berkomunikasi. Kalau skedar untuk bisa bercakap-cakap, lebih mudah rekreasi atau summer camp ke Mesir atau Saudi beberapa bulan. Insya Allah pulang ke Indonesia sudah bisa bercakap-cakap dengan lancar. Ketika dipesantrenpun, aku kurang berminat dengan muhadatsah (belajar percakapan, apalagi yang menggunakan bahasa ‘gaul’). Aku lebih suka belajar balaghoh, nahwu, ataupun shorof. Point penting lain dari proses belajar bahasa arab, adalah sedikit serius. “fun learning” dalam mempelajari bahasa arab bukanlah dengan menyanyi, atau games seperti ketika belajar bahasa inggris. Tapi “fun learning”nya adalah mengkaji kitab, ikut kajian tafsir Alquran. Yah, disana akan banyak ditemui kehebatan-kehebatan bahasa arab. Dengan melihat kehebatannya, pastilah kita akan semakin penasaran. Nah, disitulah letak “fun learning” nya..
Meskipun untuk tahap awal, memang perlu penyegaran dengan muhadatsah, mahfudzot atau imla’. Tapi untuk selanjutnya, niatkanlah dengan tulus, kemudian bersungguh-sungguh.keistiqomahan, itu juga merupakan kunci penting. Berdasarkan pengalaman, banyak teman-temanku yang akhirnya ‘mutung’ belajar bahasa arab karena sering absen. Padahal, absen satu kali berarti ketinggalan satu paket pelajran. Sedangkan pelajaran nya saling berkaitan antara satu pertemuan dengan pertemuan berikutnya. Tapi jangan khawatir……..Jika azzam sudah kuat, jalan akan dipermudah. Sudah banyak bukti-bukti nyata. Beberapa orang teman-temanku yang sama sekali tidak ada basic pesantren, kuliah di fakultas teknik, tapi dengan semangat yang tinggi, kemampuan bahasa Arabnya bisa melebihi alumni pesantren.
Teruntuk teman-teman dan sahabatku, semangat ya, untuk belajar bahasa arab!!! Jangan pantang menyerah!!! Kalau menemui kesulitan, bersabarlah dan kuatkan azzam, bahwa “aku pasti bisa”. Sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan….
Semakin engkau mendalami bahasa arab, semakin dalam pula ketakjubanmu akan keagungan-Nya.




wah..tahnk you mampir blog gua, aku pun blaja bahasa arab dlu bab terpaksa gak..ayah paksa aku learn. but, as u said it’s fun…
sayang bahasa arabku udah mulai terlupakan…
ndengerin sih Ok, ngomongnya itu (??)…
Saya ga tahu .. apa kah ini kebetulan atau ga .. tgl.9 kemaren (tgl. postingan ini) .. saya berdiskusi dengan seorang ustadz tentang program yang sedang dijalankan oleh beliau. Program itu namanya gerakan untuk membaca Al Qur’an .. semacam pemberantasan buta huruf kalo untuk bahasa Indonesia.
Saya kagum .. karena sekarang sudah ada kesadaran, para ulama untuk menjemput bola. Tidak menunggu ada yang datang pada mereka untuk belajar membaca tulisan arab atau membaca Al Qur’an .. memang paradigma umat muslim sudah saatnya diubah.
Kita begitu mendewa-dewakan bahasa Inggris. Untuk melamar kerja atau masuk sekolah juga yang ditest adalah bahasa Inggris. Tapi, untuk beberapa daerah yang saya tahu, telah diperlakukan syarat memiliki sertifikat qhatam Al Qur’an. Cool
Semoga kita semua semakin sadar, bahwa tidak hanya bahasa Inggris yang penting, tapi juga bahasa arab.
iya,niatnya kelak mau dilanjutkan kok….:) sama maunya sih belajar bahasa jawa,tapi untuk yang satu ini nggaktau tempat lesnya ada dimana,hehe…
salam perjuangan…
terima kasih ya mbak atas perkongsiannya…
belajar bahasa arab bagi saya merupakan suatu kemestian bagi menguasai ilmu akhirat…
Salam kenal mbak Qolbi…
Saya juga senang belajar bahasa asing…
Lagi belajar untuk menyenangi bhs Arab..masalahnya adalah..yang namanya Pelajaran Bahasa..kalo gak dipraktekkan ya…gak bisa-bisa…
Maklum masih pemula…:D
kenalan dong
Anak IMM maju terus…..
salam kenal,
sangat heboh bagiku melihat kenyataan ternyata ada segelintir orang yang masih mencintai bahasa arab terutama seorang wanita….mari bareng-bareng belajar bahasa arab….memang kata orang bahasa arab itu bahasa yang paling susah…teman saya dari UGM yang ambil sastra jepang ketika dihadapkan dengan sastra arab dia mengaku angkat tangan, malahan dia sudah menguasai bahasa inggris dan jerman….tetep smangat!!!
reply:
bahasa arab itu unik. semakin dipelajari semakin ketagihan dan penasaran. kalau kesulitan, justru itu tantangan…so, tetap semangat aja ya !!!! (orang islam kalo gak bisa bahasa arab, kayaknya ada yang kurang. tul, gak?!)
hidup IMM !!
kalo saya justru ga bisa bahasa arab dan sedang tertarik u/blajar b.arab karena pengin kerja disono skalian membuktikan keindahan & kedasyatan b.arab (seperti dalam novel ayat2 cinta.hehe…)
tapi di mana tempatnya yah? ada info? mail ke saya ya indrianacilena@gmail.com
aiwah….
justru dg bahasa arab aku bisa ngungkapin isi hatiku pad cewek ku dengan tulus tanpa keraguan,apalagi di tambai faidah2 dari ilmu sorof,di jamin tambah MAJHOL…..
BAhasa Arab itu Menyenangkan
Allughatul arabiyyah Sahlan laysa Sa’bn
salam ukhuwah
Knawal29@yahoo.com
عسى ان ينجك الله بجهدك ان تتعلم بلغة العربية هي لغة التي تركت امة هي لغة التي كانت تزل القران
عسى ان ينجك الله بجهدك ان تتعلم بلغة العربية هي لغة التي تركت امة اليوم. لغة العربية هي لغة التي كانت تزل القران يجب علي ان تكون جهدها فيها
FAKTA LUGHATUNÂ: hanya dengan syarat bisa membaca Quran, dalam 16 pertemuan mampu BACA dan TERJEMAH KITAB BAHASA ARAB
http://www.lughatuna.com
(021) 9619 7050
e-mail: lughatuna@yahoo.com
Pada Ahad, 29 Rabiul Awwal 1429 / 6 April 2008, bertempat di Masjid Wadhah Albahr Pusdiklat Dewan Dakwah Tambun Bekasi Jawa Barat, Lughatunâ Arabic Course mengajak kaum Muslimin/Muslimat sekitar menyaksikan keberhasilan Lughatunâ Arabic Course mengantarkan peserta didiknya (yang sebelumnya tidak mengenal bahasa Arab, kecuali bisa membaca Alquran) mampu membaca kitab bahasa Arab (sumber bacaan kitab adalah Zâdul-Ma`âd, jilid 1, hal. 248-250) hanya dalam waktu maksimal 16 pertemuan (per pertemuan 40 menit x 5 jam pelajaran). Bagaimana caranya? Buku Lughatunâ adalah kunci sukses pendidikan bahasa Arab di Lughatunâ Arabic Course.
BUKU LUGHATUNÂ? Buku Lughatunâ memuat hal-hal yang paling pokok tentang Nahw (tata kalimat) dan Sharf (tata kata) dalam bahasa Arab. Materi yang dipilih berdasarkan pada seringnya suatu tata kalimat atau tata kata digunakan. Materi dan tadribat (latihan) menampilkan penggunaan bahasa dalam lingkup ibadah yang menjadi keseharian individu Muslim, selain juga menggunakan nas-nas (teks-teks) Alquran. Hal lain, buku Lughatunâ disertai cara pembelajaran yang akan membantu Anda mempelajari materi ajar secara mandiri dengan mudah dan cepat, insya Allah.
BUKU LUGHATUNÂ KAYA INOVASI?
Apa yang membedakan buku Lughatunâ dengan buku pelajaran bahasa Arab lainnya?
1. Buku Lughatunâ disusun berdasarkan prinsip dan karakteristik warga belajar dewasa.
2. Buku Lughatunâ disusun untuk pemula.
3. Buku Lughatunâ ditulis dengan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab. Hanya disyaratkan telah mampu membaca Alquran untuk dapat mempelajari buku Lughatunâ.
4. Buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran.
Sebagai upaya agar buku Lughatunâ dapat dipelajari secara mandiri, buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran, seperti:
a. Memaparkan cara membentuk kata atau kalimat selangkah demi selangkah, khuthwatan fa-khuthwatan, step by step.
b. Materi disusun secara hierarki dan berurutan serta disertai tadribat (latihan) secara terpisah.
c. Halaman buku Lughatunâ dibagi dua.
i. Badan halaman: memuat pokok bahasan materi.
ii. Tepi halaman: memuat pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi pada badan halaman, atau simpulan materi yang telah lalu.
Menggunakan dua warna: (1) hitam, digunakan untuk huruf-huruf dari kata dasar; dan (2) abu-abu [hitam 50-70 %], digunakan untuk imbuhan (awalan, sisipan dan akhiran) kata.
5. Buku Lughatunâ menggunakan kosa kata seputar ibadah dan ayat-ayat Alquran.|a
Hormat kami,
Penulis
Bang Asri Ibnu Tsani Djali
http://www.lughatuna.com
(021) 9619 7050
e-mail: lughatuna@yahoo.com
أنا معلم وعندي رغبة في تعلم اللغة الاندونيسية لأنني احب الأندونيسيين واعتبرهم أخواني الكرام لانني ارى مواقفهم العظيمة والمتواصلة مع أمتهم فزادني ذلك تقديرا لهم واعجابا فعسى الله ان يكتب لي العودة مرة اخرى إلى بلادهم العظيمة التي تعرفت عليها أول مرة هذا العام2008 وتعلمت منهم بعض الكلمات التي رغبتني اكثر في تعلم هذه اللغة فلماذا لانتبادل المصالح ونعلم بعضنا بعضا أنا اعلمكم اللغة العربية وانتم تعلموني الاندونيسية والله في عون العبد مادام العبد في عون أخيه
ass a wa rahmat Allah ….
saya orang arab dari saudia arabia….
kalau km mu belajar bahasa arab bergi ke sekolah saudia di jakarta….
الاخ…ESSA ALTHOBITI
السلام عليكم ورحمه الله
اذا تبي تتعلم اللغه الاندوميه فيه دورات تعليميه في السفاره في الرياض وجده اتصل عليهم
انا الحمد لله درست في المدرسه التابعه للسفاره في الرياض واللغه عندي جييده جدا
ودائما اسافر الى اندونيسيا ولكن ما احتك مع العرب او الاندونيسيين اللي يتكلمون عربي
عشان اتعلم بسرعه..
انت ثبيتي ونعم فيك تراني ابن عمك..:)