curhat n pelampiasan isi hati

RUMAH DOME UNTUK KORBAN GEMPA

Posted in architecture by qolbiyati muthmainah on Maret 26, 2008

 

Ngelepen Relocation

 

Dome of the World Foundation & WANGO joint work with

 

Sleman Local Government & Gadjah Mada University

pembangunan DOME

dome1-wince.jpg

menjadi Kampung DOME

dome2-wince.jpg

Modifikasi DOME

dome-2_qolbiyati-muthmainah-30555.jpg

tugas MTPTK dari pak ikaputra.

12 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. zulfi said, on Maret 26, 2008 at 2:30 am

    DOME tu apa ya? Dormitory bukan?
    Gambar yang bagus… :)
    Tapi, secara teknis aku ga punya ilmu untuk menilai…

    reply:
    DOME itu kubah. daerah ngelepen itu termasuk daerah yang cukup parah waktu gempa jogja dulu. ada rumah yang sampe bergeser 30 m dari lokasi asalnya. amazing, kan??makanya penduduknya dipindahkan semua, dan dibuatkan kampung + rumah baru. kebetulan dr luar negri ada yg menawarkan model rumah DOME, kayak yg digambar. awalnya masyarakat gak mau nerima rumah kayak gitu. sangat bertentangan dengan kultur budaya disini. bahkan, dr pihak UGM (dosenku) jg mempertanyakan, ‘apakah bangunan itu kontekstual dgn lingkungan indonesia, khususnya jogja?’….dr sisi respon thdp iklim? budaya? ekonomi (rumahnya mahal/nggak?), dll…tapi setelah dicoba, akhirnya masyarakat mau menerima…dan jadilah kampung tersebut mjd kampung DOME (kayak di foto)…
    setelah bbrp lama dihuni, diadakanlah riset thdp penduduk, ttg keinginan mrk utk memodifikasi rumahnya, dan kenyamanan serta problem2 yg dihadapi. nah, inilah enaknya jadi dosen…. proyek ini akhirnya dijadikan tgs bwt mahasiswanya. kami diminta membuat desain modifikasi rumah berdasarkan data2 hasil riset ttg permintaan warga. krn terpaksa dan wkt yg sempit serta usaha yg krg maksimal, jdlah desainku spt itu (seadanya). he2…

  2. zulfikri said, on Maret 28, 2008 at 8:19 am

    Dik Qolbi, disain rumah dome kalau menurut saya memang sangat tahan gempa, tapi rasanya perkampungan dengan rumah dome ini kok kesan saya perkampungan di luar angkasa atau di planet lain. Saya juga gak tahu bagaimana rasanya di dalam apakah sirkulasi udara lancar dan nyaman.

    Wassalam,
    Zulfikri
    Blog :
    http://zulfikri-kamin.blogspot.com
    http://zulfikri.wordpress.com
    http://enewsletterdisdik.wordpress.com

    reply:
    terimakasih banyak, pak…atas kunjungannya. sampai saat ini, rumah DOME ini masih dijadikan bahan riset. untuk sirkulasi udara, dan kenyamanan, masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan. yang dipermasalahkan justru luas bangunannya. maklum, orang jawa terbiasa hidup dirumah yang lebar dan luas, dengan pendopo, dan halaman yang luas pula. sehingga, rumah dengan luasan 35m2 ini dirasa sempit. makanya kami sebagai para mahasiswa mendapat tgs utk mencoba memodifikasi rumah dome ini utk ditambah luasannya. demikian pak…kalo ada saran dan kritik, silahkan ditulis. tidak perlu sungkan-sungkan. saya akan banyak berterima kasih.

  3. cempluk said, on Maret 29, 2008 at 5:26 am

    keren desainnya..

    reply :
    terimakasih :)

  4. Rizki on benbego said, on April 6, 2008 at 6:33 am

    kok jd inget orang eskimo ya?

    reply:
    iya…rumah dome ini juga lebih dikenal dengan sebutan ‘rumah telettubies’

  5. erander said, on April 10, 2008 at 7:04 am

    Saya suka rancangan rumah Dome ini .. cool dan unik. Waktu saya ke Jogja tahun kemaren, banyak orang yang ga tahu dimana lokasi rumah Dome ini. Padahal saya ingin banget melihat langsung rancang bangun rumah Dome tersebut. Kira-kira lokasinya dimana ya?? .. apa benar katanya didekat Prambanan??

    Oya .. apa itu hasil rancangan mas Qolbimuth??

    iya…rumah dome ini memang unik. lokasinya memang didaerah kalasan, agak dekat dengan prambanan. kapan2 kalau berkunjung kejogja, bisa menghubungi saya. untuk desain, saya hanya mendapat tgs untuk memodifikasi saja. gambar yang ketiga itu hasilnya.
    ralat…saya mbak qolbi. bukan mas…. lengkapnya QOLBIYATI MUTHMAINAH

  6. ana nih said, on Agustus 5, 2008 at 3:14 am

    qolbi…yuk bikin rumah dome di sragen..di taman itu tu. diproyekmu

  7. r50u7h said, on November 5, 2008 at 11:01 pm

    Hi! This is Rebecca South from the Domes For The World Foundation. I would love to know what you guys are talking about, if anyone felt like doing a little translating for me?

  8. meldi said, on Oktober 12, 2009 at 4:24 am

    gimana mas bentuk kubah dimodifikasi dengan tidak mengabaikan sisi elastisitas dari bangunan terutama terhadap goncangan

  9. nov said, on Oktober 12, 2009 at 4:29 am

    mbak…. dengan sistim kubah bisa ngak dibikin / dimodifikasi pada sebagian menjadi segi empat. Yah… sebagian bulat bagian depan atau belakang persegi…..
    Apakah ada pengaruh terhadap terhadap goncangan?….

  10. Aulia said, on Oktober 14, 2009 at 2:53 am

    Salaam,

    Tertarik dengan dome untuk memodifikasi rumah saya di Padang yang baru saja di landa gempa, saya mau tanya, gimana cara membangun rumah dome ini, berapa ukuran rumahnya, berapa ukuran besi yang dipakai, berapa perbandingan antara semen, pasir, air dlll. Fondasinya gimana, banyak sekali ertanyaan yang muncul di kpeala saya.

    Terimas kasih telah menjawab.

  11. SAPTO SARDIYANTO said, on Oktober 26, 2009 at 5:44 am

    salam kenal

    Bagi rekan rekan semua yang berminat bisa datang langsung Ke Perum New Nglepen/Domes Blok F 3 Bp.Tanto Wiyono (bapak saya).

    terima kasih

    Sapto Sardiyanto

  12. Mas Yoss said, on November 5, 2009 at 4:15 pm

    To aulia

    Alamat emailnya dong, tar aku kirimi jawabannya. atao liat di omahbunder.com
    Oiya…kami rencananya mau bikin juga buat saudara2 di padang.


Tinggalkan Balasan