menguak sisi dekonstruksi weisman art museum
Weisman art museum merupakan salah satu karya arsitek terkenal, frank gehry, dengan style expressionist modern yang dirancang pada tahun 1990 hingga 1993. weisman art museum berlokasi di Minneapolis, Minnesota dekat dengan sungai missisipi. Dari eksterior bangunan, dapat langsung ditebak bahwa bangunan ini merupakan salah satu penganut arsitektur dekonstruksi. Sisi-sisi weisman art museum manakah yang menyebabkannya termasuk salah satu penganut arsitektur dekonstruksi?
Secara substantif, metaphora dekonstruktif yang dilandasi oleh konsep filosofi-anti kemapanan ini mempunyai ekspresi-ekspresi yang berada diantara pemahaman rasional dan irasional. Dalam memahami sebuah karya arsitektur dekonstruktif, tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan ilmiah yang bersifat rasional. Namun diperluan juga kemampuan berimajinasi untuk mampu menerjemahan makna dibalik sebuah karya arsitektur itu sendiri. Dengan kemampuan imajinasi, dapat dilihat weisman art museum seakan-akan dapat berbicara dan mengungkapkan sesuatu kepada yang melihatnya.
Berdasarkan empiris, dekonstruksi membawa bentuk-bentuk geometri yang cenderung berbentuk “aneh”. Hal ini disebabkan oleh adanya pembatasan penerimaan keabsolutan terhadap keaslian bentuk-bentuk geometri yang selama ini dikenal. Gehry menggunakan bentuk-bentuk yang sangat tidak lazim digunakan pada bangunan wam nya.
Bentuk-bentuk aneh inilah yang menjadi ciri khas utama dari arsitektur dekonstruksi. Arsitektur Dekonstruksi bukan mengarah pada kecenderungan ruang dan obyek yang figuratif karena arsitektur yang figuratif akan memperkuat keabsolutan order. Disamping itu, order melahirkan bentuk-bentuk geometri yang programatis yang akan berlawanan dengan konsep visualisasi simbol/makna yang retorikal, tidak fixed, dan multivalen.
Dengan bentuk yang tidak lazim dan gaya expressionist modern, frank gehry telah menunjukkan sisi dekonstruksi dari weisman art museum. Akan tetapi, esensi sebuah karya arsitektur dekonstruksi bukanlah dari bentuk, akan tetapi lebih kepada makna dibaliknya.
Arsitektur dekonstruksi
- Derrida mengembangkan konsep dekonstruksi kedalam berbagai eksperimen yang mengekspresikan ciri kebebasan retorikal atas struktur komposisi formal.
- Pandangan dekonstruksi lahir dari suatu atmosfir yang berlandaskan pada konsep “filosofi-anti”.
- Pandangan yang membatasi perspektif keabsolutan kebenaran, menolak berbagai hubungan kausatif (sebab-akibat)
- Dekonstruksi mengembangkan filsafat historis-hermeneutis
Filsafat historis-hermeneutis
- Jalan untuk mendekati kebenaran bukannya melalui observasi, melainkan melalui pemahaman arti atau makna.
- Kontrol terhadap salah benarnya pemahaman tersebut tidak dilaksanakan melalui test yang direncanakan melainkan melalui interpretasi. Interpretasi yang benar akan meningkatkan intersubyektivitas sedangkan yang salah akan mendatangkan sangsi.
- Pemahaman hermeneutis selalu mendasarkan pemahamannya pada pra-pengertian yang dihasilkan dari situasi-situasi reflektif.
Esensi dekonstruksi
- Esensi bentuk bukan merupakan indikator utama dalam Arsitektur Dekonstruksi.
- Indikator utamanya adalah esensi makna dan simbol.
- Mendasarkan konsep makna/simbol sebagai suatu esensi kehidupan, maka penelusurannya akan sampai kepada simbol tertua yang lahir dari kehidupan manusia yaitu bahasa.
- Dari pendekatan inilah struktur kemanusiaan dapat digali karena struktur ini merupakan interkoneksi dari berbagai simbol/makna yang ada dalam masyarakat.
- Konsep tentang struktur makna/simbol itu sendiri akan berbeda untuk kondisi masyarakat yang berbeda.





salut untuk tulisannya, mengingat masih minimnya diskusi dekonstruksi dalam arsitektur di JUTAP UGM apalagi tulisan tulisan di luar tugas kuliah seperti ini. Tema dekonstruksi dalam arsitektur sudah menjadi bahan pembicaraan kakak2 angkatan begitu saya masuk (th 99) tapi belum saya temui satupun yang cukup serius mendalami ini dan berkarya dengan cara ini. Kebanyakan hanya melihat arsitektur dekonstruksi sebagai perayaan kebebasan ber’bentuk’ dan ber’ruang’ alhasil yang terjadi adalah penjiplakan bentuk sana-sini, asal miring, asal lamcip, asal ‘ancur’ jadilah sebuah karya dekonstruksi he3..
Tentang tulisannya, ijinkan saya sedikit urun rembug. Dekonstruksi memang kebanyakan selalu dikaitkan dengan teori filsafat dekonstruksinya J. Derrida, tapi tidak semua arsitek yang dilabeli dekonstruksionis mendasarkan pemikirannya pada filsafat ini. Dalam buku Deconstruction a student guide (Geoffrey Broadbent) dituliskan pembagian ini, dimana arsitek yang mendasarkan pemikirannya pada filsafat dekonstruksi hanyalah Peter Eissenman dan Bernard Tschumi. Arsitek yang lainnya termasuk di dalamnya Frank O Gehry menganut fahamnya masing-masing.
Kalo tidak salah karya ini pernah dibahas di Deconstruction III.
Nah..sekarang pembahasan mulai menarik..trus kalo begitu siapa Frank o Gehry ini, apa fahamnya, dan apanya yang dekonstruktif. mari kita terus belajar…sukses selalu..
Kalau ditarik ke firmitas, utilitas, dan venustas-nya, dekonstruksi teh anak cucu venustas yang eksplorasinya sangat dalam, agak “tersinggung” dengan firmitas, dan mungkin juga penganut kebebasan berekspresi dalam seni murni. Hmmm. Its nice for creativity and popularity of Gehry, but for Architecture? Buatku agak berlebihan dan tampak melanggar beberapa norma-norma desain dan kode etik arsitektur.
Tapi tetap, bukan suatu kesalahan desain, karena kreativitas memang harus begitu, siapa tau ntar jadi tren di tahun 2090, who know…
http://miphz.wordpress.com