Di pondok kecil….dipantai ombak…
Berbuih putih…berayun-ayun….
Disuatu hari ayah berkata
“jaga adikmu, ayahkan pergi jauh”
Ku pandang wajah ayah
Dahinya ku cium
Air mata mengalir….hatiku pilu….
(Sang kakak berkata)
“duhai adikku, sayang …..jangan bersedih…
Do’akan ayah, semoga diterima…
Duhai adikku, sayang….jangan menangis….
Andai ayah gugur, doakan ia syahid”
Selamat berjuang…..ayah tercinta…..
Kau pergi dulu, ayah….ke medan juang….
Ku iiringi do’a….smoga Berjaya….
Beroleh kemenangan demi agama islam
(Sang adik bertanya)
“wahai abangku….kemana ayah?…..
Ku sayang ayah….ku cinta ayah….”
(Sang kakak menjawab)
“Duhai adikku, sayang….jangan menangis….
Ayahmu pergi, menyambut seruan ilahi….
Tapi, ingatlah adikku….pesanan ayah…
Berjuang dan berkorban walau dimana jua”
Padamu tuhan….aku bermohon…
Dosa ayahku….minta diampunkan….
Berilah rahmat, bantulah ia….
Untuk menegakkan agama islam….
lagu ‘UMAM’ ini adalah lagu yang punya kesan sangat mendalam di hatiku. Mengingatkanku akan masa-masa kecil yang penuh perjuangan. Dimana aku saat itu masih berumur 3 tahun, dan adikku baru berumur 3 bulan. Masa-masa seorang anak membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya, bermanja-manja, dan cari perhatian. Tapi disaat itu, ayahku justru pergi meninggalkan aku, adikku dan ibuku ke pulau sebrang…PAPUA. pulau diujung timur Negara Indonesia.
Saat itu diriku masih kecil, dan tidak tahu-menahu tentang kepergian ayahku. Yang aku tahu, ayahku pergi dalam waktu yang sangat lama, untuk membangun rumah di surga (itu kata ibuku). Dan ketika aku ditanya teman-temanku, lalu ku berikan jawaban seperti yang diberitahukan ibu kepadaku, mereka justru menertawakan aku. Tapi saat itu aku tidak paham, jadilah aku ikut-ikutan tertawa.
Setelah kepergian ayah, ibuku sering mengajariku menyanyikan lagu-lagu yang ‘unik’ menurutku. Karena lagu-lagu itu jarang sekali dikenal oleh teman-temanku. Aku akan dengan bangga memamerkan suaraku yang cempreng didepan teman-temanku dan mereka akan terkagum-kagum, karena belum pernah mendengar lagu-lagu yang ku bawakan sebelumnya.
Bait-bait diatas adalah salah satu lagu yang sering aku nyanyikan, disamping masih banyak lagu-lagu gubahan yang diajarkan oleh ibuku, seperti lagu ‘ade Irma suryani’ yang diganti syairnya oleh ibuku (sedikit cuplikannya yang masih aku ingat : “ayah nursono sidiq….pergi berjihad di jalan allah… dst. Aku sudah lupa), dan masih banyak lagi lagu-lagu gubahan ibuku.
Dulu, 17 tahun yang lalu, aku menyanyikan lagu itu dengan tanpa beban. Yah….justru aku malah sangat bergembira dan tak lupa aku ajarkan lagu-lagu itu kepada teman-temanku. Aku tidak paham, makna dibalik bait-bait syair lagu yang diajarkan ibuku. Bahkan, setelah aku beranjak dewasa, lagu-lagu itu telah aku lupakan. Memoriku berganti dengan lagu-lagu yang sedang nge-trend pada masa itu.
Barulah, ketika umurku sudah berkepala dua (20 tahun), aku menemukan mp3 lagu ‘dipondok kecil’ disalah satu computer dirumah. Tahukah kawan, apa yang aku rasakan saat itu???
Kenagan-kenangan masa kecilku tiba-tiba muncul dikepala…aku teringat perpisahanku dengan ayahku, aku teringat bagaimana ibuku kewalahan menghadapi kebandelanku tanpa bantuan ayah disisinya, aku teringat ketika aku menakali adikku yang saat itu masih kecil….dan seterusnya. Kemudian aku teringat ketika pertama kali aku, ibuku dan adikku menyusul ayah ke papua. saat itu aku masih kelas 2 SD. Hanya 5 tahun kami sekeluarga hidup bersama. Lulus SD tiba-tiba aku kembali ke jawa, dan dimasukkan ke pesantren. Lagi-lagi aku berpisah dengan keluarga yang sangat aku cintai. Meskipun dijawa banyak saudara, ada kakek-nenek, tapi tetap saja, rasanya berbeda.
Sempat aku protes kepada kedua orang tuaku, tapi jawaban mereka lagi-lagi membuatku tak berkutik. Kau tau apa jawaban mereka ? “duhai ananda tersayang, ingatkah ananda akan cerita para nabi yang dulu sering ibu bacakan sebelum engkau tidur? Adakah diantara para nabi itu yang selalu hidup bersama kedua orangtuanya dalam jangka waktu yang lama? Nabi ismail punya orang tua, tapi bagaimana kisah hidupnya? Nabi yusuf, yang terpisah dari saudara-saudaranya, hingga nabi Muhammad yang yatim-piatu sejak kecil. Ingatkah ananda syair sebuah lagu tentang kisah perjuangan seorang mujahid (sudah sunnah orang berjuang….mengembara dan berkelana….miskin dan papa jadi tradisi…berpisah dengan anak dan istri….orang lain menumpuk harta…tapi dia membuangnya….dst)???tapi tidakkah ananda ingat, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Setelah dewasa, apa yang mereka dapatkan?/ mereka justru menjadi orang-orang yang luar biasa, bahkan jauh lebih hebat daripada yang selalu hidup bersama orang tuanya…dst….aku tidak kuat menuliskan jawaban orang tuaku di lembaran ini, karena air mataku jatuh tak tertahan…
Yah, kini, ketika aku mencoba bersenandung menyanyikan lagu ‘dipondok kecil’ ini, aku tak lagi menyanyikannya dengan tertawa-tawa seperti dulu. Justru sebaliknya, jika kuputar lagu ini di mp3 ku, air mataku tiba-tiba mengalir perlahan, pikiranku kembali mengenang masa-masa laluku, perjalanan hidupku, dan tentu saja bayangan wajah-wajah orang yang kucintai bermunculan diotakku….
Ayah….ibu…..
Terima kasih atas didikanmu selama ini. Meskipun secara fisik kita berjauhan,entah kenapa, hatiku selalu merasa dekat. Meski komunikasi kita hanya lewat email atau hp, tapi bagiku itu sangat berarti. Keterbukaan, kedekatan, ternyata tak mesti harus diikuti dengan pendeknya jarak. Aku terkadang merasa sangat beruntung, tidak jarang anak-anak dibelahan bumi yang lain, meskipun hidup bersama orang tuanya, tinggal dalam satu rumah, tapi keterbukaan dan keterikatan hatinya belum terjalin dengan baik….(aku teringat perkataan ust. Fauzhil adhim yang pernah membahas hal ini dalam suatu kajian)
Terakhir….doaku untuk ayah ibu…
Allahummaghfirli…waliwaalidayya…warhamhuma…kamaa robbayaanii shoghiiroo.
Amin….




Semoga rindu itu tertuntaskan dengan doa.
Ah…”di pondok kecil” menjadi nyanyian indah di rumah kami pula.
Lagu yang indah dan berkesan bagi saya pula.
Tetap semangat menempuhi hidup. Tetap semangat dalam berkarya. Jangan lupakan Allah. Dan Allohuakbar!!!
Di pondok kecil….dipantai ombak…
Berbuih putih…berayun-ayun….
Disuatu hari ayah berkata
“jaga adikmu, ayahkan pergi jauh”
Ku pandang wajah ayah
Dahinya ku cium
Air mata mengalir….hatiku pilu….
(Sang kakak berkata)
thanks, please visit our Medan site
qolbi..menyentuh,,
subhanallah bagus banget
makasih pencerahannya
emang ayahmu kemana,bi?
dulu waktu aku lahir, Alhamdulillah bapak pas dapat panggilan kerja jadi PNS. Jadi, masih belum ada 1 tahun ditinggal, waktu bapak pulang lagi kata ibu aku sampai nangis-nangis waktu mau digendong…
udah lupa ama bapak sendiri…
tapi, subhanallah aku bersyukur punya keluarga sebaik ini…
assalamu’alaikum wr wb
mbak, sabar ya,,alhamdulillah ya mbak, mbak masih kontak dengan ortu, masih mau bahkan mungkin sering buat meluangkan waktu u/ memikirkan mereka, coz’ ternyata dari buku yang huda baca, masih banyak saudara kita yang jangankan berbuat demikian yang ada hanya kebencian terhadap kedua ortu mereka yang tentunya karena berbagai alasan, ntah karena ortu mereka yang tidak memperhatikan mereka (jarang dirumah, dsb) ataupun karena orangtua mereka yang memiliki status sosial yang rendah, na’uudzu billaahi min dzalik! smoga mreka diberikan ketabahan dan diluruskan ‘hati nya’ dan dapat memperbaiki hubungan dengan ortu mereka, bukankan ridho Allah SWT tergatung pada mereka?
wassalaamu’alaikum wr wb
Alhamdulillah, betapa bahagia memiliki keluarga surga (insyaAlloh). ternyata apa yang dibayangkan orang tentang keluarga da’i tidaklah benar. ternyata mereka lebih berbahagia, alhamdulillah.
nambah, memang nasyidnya itu sedih sekalee kok. saya juga mau nangis kalo denger itu.
lagu ni klau d tetliti liriknya memang menyentuh jiwa. aku tiap kali dngar lagu ni pasti menitis air mata. ye la aku dah jadi anak yatim. ayah da meninggal da 5 tahun. sedihnya . sebagai seaoarang anak, aku hanya mampu brdoa untuk ayah ku yang tercinta. semoga rohnya d cucuri rahmat & di tempatkan bersama2 dgn orang2 yang ALLAH kasihi. alfatihah buat ayahanda trcinta MOHD. SALLEH BIN MOKRI. AL-FATIHIHAH……………………….
Ya amPuN KaKaaaa
DeK g SanGGuP BaCa mPe aBiZZZ
CoZ, BaRu BeBeRaPa KaLiMaT Ja DaH Mo NaNgiS…
HiXHiX…
MaKaSiH KaaKaaaa
DaH nYaDaRiN dHeKmU yG BaNdeLLL
sabar yaa… Allah sudah mengaturnya…..
kami doakan kebahagian selalu menyertaimu
amin….