REGIONALISME KRITIS DALAM ARSITEKTUR
STUDI KASUS :
BOLOGNA FIERA DISTRIC
BY. KENZO TANGE
Bermula dari munculnya arsitektur modern yang berusaha meninggalkan masa lampaunya, meninggalkan ciri serta sifat-sifatnya, timbullah usaha-usaha untuk mempertautkan antara yang lama dengan yang baru. Salah satu uaha tersebut adalah regionalisme.
Regionalisme merupakan suatu aliran arsitektur yang selalu melihat kebelakang, tetapi tidak sekedar menggunakan karakteristik regional untuk mendekor tampak bangunan atau hanya menjadi topi tempelan belaka.
Regionalisme merupakan salah satu perkembangan arsitektur modern yang mempunyai perhatian besar pada ciri kedaerahan, terutama tumbuh dinegara berkembang. Adapun ciri kedaerahan yang dimaksud berkaitan erat dengan budaya setempat, iklim, dan teknologi pada saatnya.
Regionalisme sendiri terbagi menjadi dua, yaitu concrete regionalism dan abstract regionalism.
Concrete regionalism meliputi semua pendekatan kepada ekspresi daerah/regional dengan mencontoh kehebatannya, bagian-bagiannya atau seluruh bangunan didaerah tersebut. Apabila bangunan-bangunan tadi sarat dengan nilai spiritual maupun perlambang yang sesuai, bangunan tersebut akan lebih dapat diterima didalam bentuknya yang baru dengan memperlihatkan nilai-nilai yang melekat pada bentuk aslinya. Hal lain yang penting adalah mempertahankan kenyamanan pada bangunan baru, ditunjang oleh kualitas bangunan lama.
Abstract regionalism, hal yang utama adalah menggabung unsur-unsur kualitas abstrak bangunan, misalnya massa, solod dan void, proporsi, rasa meruang, penggunaan pencahayaan dan prinsip-prinsip struktur dalam bentuk yang diolah kembali.
Menurut William curties, regionalisme diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang bersifat abadi, melbur atau menyatukan antara yang lama dengan yang baru, antara regional dengan universal. Dengan demikian, dapat diambil simpulan bahwa ciri utama dari regionalisme adalah menyatunya arsitektur tradisional dengan arsitektur modern.
1. Latar belakang arsitek dan karyanya
Kenzo tange dilahirkan pada tahun 1913 di Osaka, Jepang. Tange menyelesaikan pendidikan arsitekturnya di Tokyo university. Pemikiran Tange banyak dipengaruhi oleh arsitek idolanya, yaitu Le Corbusier. Meskipun demikian, Tange tidak hanya menjiplak begitu saja ide-ide dari Corbusier. Tange banyak mengembangkan arsitektur modern yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya jepang. Hal inilah yang menjadi nilai tambah bagi karya-karya Tange, dan menjadikannya sebagai salah seorang arsitek regionalisme.
Kenzo tange merupakan salah seorang arsitek yang sangat kreatif. Ide-idenya sangat spektakuler dan mampu mengambil celah-celah yang dapat memperkuat konsep rancangannya. Sebagai arsitek regionalisme, Tange tidak hanya melakukan ”penempelan-penempelan’ elemen arsitektur lokal untuk mendekor fasad rancangannya. Namun Tange mampu menciptakan suatu karya arsitektur yang membawa suasana Jepang, dan menghadirkan adanya unsur lokal dari Jepang pada bangunannya yang modern dengan material yang sama sekali berbeda dengan material arsitektur tradisionalnya. Contoh-contoh karya Tange antara lain : national Olympic games (Tokyo), Order of Merit from Ehime Prefecture of Japan, Person of Merit in Japanese Cultural Achievement (jepang), dan lain-lain.
Karya-karya tange tidak hanya tersebar di Jepang saja. Akan tetapi sudah mulai merambah keberbagai benua, termasuk benua eropa. Bagaimana dengan karya-karya Tange diluar Jepang? Masih adakah sisi regionalismenya? Mampukah Tange menjiwai konsep regionalisme didaerah yang bukan merupakan tempat asalnya?
Salah satu karya Tange dengan pendekatan sisi regionalisme diEropa adalah Fiera district di Bologna, Italy. Fiera district ini menjadi bukti kecerdikan dan kejelian Tange dalam memadukan nilai-nilai budaya lokal Italy kedalam desain bangunan modern tanpa hanya sekedar menggunakan tempelan.
2. Deskripsi kasus
Fiera district merupakan suatu kawasan didaerah Bologna yang berfungsi sebagai pusat pertokoan dan perkantoran. Dulunya, kawasan tersebut merupakan daerah pemukiman para bangsawan dan orang-orang penting di Bologna. Satu hal yang sangat menarik dari kawasan tersebut, adalah pemandangan indah yang terbentuk oleh sky line bangunan yang dinamis, naik-turun, dan tinggi rendah dipadukan dengan padang rumput yang menghampar didepannya dan bukit yang berada dibelakangnya.. Pemandangan inilah yang menjadi ciri khas yang menonjol di Kawasan ini.
Melihat potensi demikian, bagaimanakah Tange merespon unsur lokal atau sisi regionalisme daerah setempat kedalam rancangannya berupa Fiera district?
3. Analisis
Melihat potensi demikian, tange mencoba membuat bangunan baru sebagai pengganti bangunan lama dengan memadukan konsep lama dan modern.
Sisi regionalisme dari karya arsitektur ini adalah pemandangan indah diawasan tersebut yang tetap dilestarikan. Adanya sky line yang dinamis dan hamparan padang rumput didepannya tetap dipertahankan oleh tange, karena hal itu merupakan ciri menonjol dari kawasan tersebut. dengan demikian, ketika orang melihat, akan segera teringat dengan identitas kawasan tersebut dan rasa serta suasana yang didapat seperti suasana dan rasa pada saat bologna lama.
Sisi regionalisme yang lain adalah penempatan fungsi yang sesuai dengan bentuk bangunan dan layout bologna lama. Pada bologna lama, bangunan-bangunan yang mempunyai derajat atau nilai kepentingan dan prestise tinggi mempunyai menara yang tinggi. Pada desainnya, Tange mencoba menjadikan bangunan-bangunan yang merupakan inti atau pusat dari kawasan tersebut sebagai high rise building, sedangkan bangunan berlantai rendah disekitarnya merupakan fungsi-fungsi pendukung sebagaimana keadaan pada saat bologna lama. Dengan demikian skyline yang terbentuk tida hanya menampilkan pemandangan yang indah, namun juga menunjukkan peran atau fungsi bangunan tersebut.
Adapun sisi modernnya terletak pada bentuk dan fasad modern yang sama sekali tidak ada tempelan unur bologna lama. Material-material modern, seperti kaca, baja, dan beton yang digunakan sama sekali berbeda dengan material yang digunakan pada masa bologna lama.
Demikianlah Tange, yang menggunakan pendekatan abstract regionalism dengan tetap menghadirkan suasana bologna dan tetap menjaga keaslian identitas bologna tanpa harus menempelkan elemn-elemen bologna lama kedalam desainnya yang modern.
4. Kesimpulan
Untuk dapat menghadirkan sisi regionalisme , khusunya abstract regionalism pada rancangannya, seorang arsitek harus mampu dan jeli menangkap celah dan sisi-sisi unsur lokal yang dapat dijadikan sebagai acuan konsep desain dan mentransformasikannya dengan mengadaptasikannya dengan arsitektur modern tanpa harus menempelkan elemen-elemen (nyata) dari unsur lokal tersebut.
(tamat)




saya ingin bertanya tentang arsitek kenzo tange, karena saya ingin lebih banyak tahu lagi tentang karya-karyanya, yang membuat dirinya sangat populer dikalangan arsitek-arsitek. yang juga hasil karya nya banyak dikenalan hampir seluruh dunia.
bagaimana konsep arsitektur kenzo tange?
bagaimana desain arsitektur kenzo tange?
tolong dijawab ya…….
thank’s……………….
reply:
wah, tugas kuliah ya mbak/mas?? kalo saya sarankan, lebih baik anda mencari referensi dari perpustakaan. banyak buku-buku yang mengupas tentang biografi beliau dan kontribusinya disunia arsitektur. kalau cari diinternet memang tidak lengkap dan sumbernya kurang valid. selamat berburu referensi
kenzo
sy ingin tau,apa bedany arsitektur regional dgn arsitektur neo-vernakular? Melihat pemahamanny,sepertiny sm sj,menggabungkan yg lama dgn yg baru..