pergi tanpa mahrom
hari ini walimatus-safar nya mbah putriku tercinta yang akan berangkat haji. keberangkatan beliau ke tanah suci memang agak kontroversial. beberapa waktu lalu bahkan sempat menjadi perdebatan di kalangan keluraga.
sebagian berpendapat kepergian beliau hendaknya di tunda tahun depan supaya ada mahromnya. tp beliau bersikukuh untuk menunaikannya tahun ini dengan alasan kekhawatiran usia yang sudah semakin tua.
tak bisa menahan, aku pun bertanya kepada salah seorang teman yang mendalami Syariah dan ilmu hadits di madinah. menurut pendapat yang umum, hajinya sah, tapi dia berdosa (karena bepergian tanpa mahrom).
wow.. meski dia juga menyampaikan ada sebagian yang membolehkan dengan syarat keamanan terjaga. lebih jauh, dia malah menanyakan kepergianku Sorong-jogja yang juga pernah ku lakukan tanpa mahrom.
selamat jalan mbak inen
mbak inen, ku tahu betapa berat nya perjuanganmu. mudah-mudahan di bumi kalimantan bisa kau temukan apa yang kau harapkan.
kalo ada apa-apa, aku siap mbantu. trimakasih sudah mengajariku banyak hal…..
batal ke Solo
rencana sudah matang. persiapan sudah lengkap. sayangnya, tadi shubuh tiba-tiba ‘dia’ datang. kedatangan nya sangat -sangat mengganggu. tiba-tiba langsung sakit. terpaksa mendekam di kamar sambil Onlen…Onlen..
perjalanan ‘API DI BUKIT MENOREH’ 1
sekarang udah masuk buku ke 16 jilid 2.
Pajang dan mataram semakin tegang. pangeran benawa memutuskan menyerahkan kekuasaan yg seharusnya jadi hak dia kepada Sutawijaya, karena dia merasa Sutawijaya lah yang masih bisa dipercaya bisa membawa kpd perubahan yg lebih baik.
sayangnya di Pajang terlalu banyak orang yg punya kepentingan dan masing2x punya nafsu untuk meraih kekuasaan. perwira2x busuk, tumenggung2x yang berkhianat, senopati yang munafik, semuanya menjilat didepan sutan hadiwijaya. di muka tampak baik, padahal dalam hati berdoa supaya sultan segera wafat. fiuhhhh…. sama aja dengan kondisi sekarang.
bagaimana dgn agung sedayu??
tetap ragu-rau, dan tetap low profile. sekar mirah tidak menghargai usahanya membuka padepokan. pandangan hidup mereka masih jauh berbeda. hm… kapan mereka bisa bersatu???
Swandaru, masih menyebalkan. untung ada pandan wangi yang setia mendampingi.
ditinggal partner ke padang
selamat jalan, kawan…
semenjak kepergianmu aku jadi kurang bersemangat menghadap bu Dosen nih… segeralah pulang….
akhir oktober sebisa mungkin semua data sudah terkumpul. masuk bulan november tinggal analisis dan pembahasan. akhir november udah harus merumuskan konsep perancangan. fiuh…..
Mem…. ayo pulang…….



